85% Orang Indonesia Salah Kaprah! Ternyata Mendidik Anak Itu Harus Dengan 3CARA INI! Pantes Orang Luar Negeri Kok Pada Berhasil!

Diposting pada

Moms, harus tahu 3 hal PENTING ini ya! Setiap orangtua pasti berharap anaknya tumbuh menjadi pribadi yang berguan, karena itulah pendidikan untuk anak sangat penting di usia – usia ketika mereka masih bayi. Ini utama dalam mendidik anak terletak pada peraturan dan pengajaran di dalam rumah.

Artikel ini akan membahas “3 Pengajaran Dasar” agar anak – anakmu kelak menjadi orang yang sukses!

loading...

1. Atur Keinginan Anakmu!

Kehidupan zaman sekarang lebih kompleks dibandingkan kehidupan zaman dulu. Para orangtua juga harus berusaha semaksimal mungkin agar tidak ketinggalan zaman.

Para orangtua sering terlalu menuruti keinginan anaknya. Makan apa, pakai apa, pergi kemana, padahal secara tidak langsung, itu akan bikin anakmu manja dan merasa, apa yang dia inginkan selalu dipenuhi oleh orangtuanya!

Ada pasutri yang mimin kenal, suaminya kerja di bank, istrinya kepala di toko baju. Mereka diberi anak saat usia mereka sudah memasuki “usia tua”, karena itulah mereka sangat memanjakan anaknya. Apa yang anaknya katakan, pasti mereka turuti.

Saat anaknya berusia 6 tahun, dia lihat di restoran ada orang yang main piano, akhirnya bikin dia merengek mau main piano juga. Dia kira anaknya tertarik dengan piano, karena itulah mereka beli 1 piano di rumah dan datangkan guru untuk mengajari anaknya itu.

Siapa sangka, 2 hari kemudian, anaknya ngeluh tangannya sakit dan sejak itu dia tidak mau lagi pegang piano itu. Melihat anaknya tidak senang, pasutri ini pun, yaaa cuma bisa diam aja…

Tidak lama kemudian, anaknya lihat lagi di taman ada orang yang lagi latihan skateboard dan dia juga mau belajar. Setelah merengek lagi, dia latihan satu minggu dan akhirnya terjatuh menyebabkan tulangnya patah.

Beberapa bulan kemudian setelah sembuh, anaknya kembali males dan merasa bahaya! Mau ganti ke Taekwondo. Sampai sekarang, anak seusia anaknya yang masuk bareng sudah memenangkan beberapa piala sedangkan anaknya, hanya berputar – putar di dasar Taekwondo saja…

Hasrat untuk belajar dari anak – anak itu kuat sekali, padahal sebenarnya yang mereka mau itu bukanlah belajar, melainkan hanyalah kesenangan belaka. Kalau orangtua tidak bisa mengontrol hasrat mereka, jangan salahkan ketika dia besar nanti, dia akan menghalalkan segala jenis cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.

Ada pepatah berkata,”Terlalu gampang mendapatkan sesuatu, maka dia selamanya tidak akan belajar menghargai; Jikalau dia harus berusaha untuk mendapatkannya, maka dia akan menghargai perjuangannya tersebut!”

Senang susahnya hidup, itu harus seimbang. Susah, akan bikin kita mengerti menghargai hidup, senang akan bikin kita mengerti bagaimana menikmati hidup. Jadi orangtua khususnya, ajarilah anak kita, untuk menjalani hidup yang “susah” sesekali dengan cara ajari mereka untuk “BERUSAHA MENDAPATKAN APA yang MEREKA INGINKAN!”

2. Ajari Mereka untuk Mengontrol Mulut Mereka!

“Ma, aku lapar, bikinin makan dong.”
“Bentar ya sayang, tunggu aku selesaikan dulu percakapakan aku sama tante A.”
“Tapi aku sekarang laper banget! Kenapa aku harus menunggu?”
“Kamu ini, mama lagi ngobrol, anak kecil dilarang memotong pembicaraan!”

Entah orangtua di luar sana punya permasalahan seperti ini? Setiap kali kita lagi ngobrol dengan teman, anak kita sering sekali memotong pembicaraan kita baik secara sengaja ataupun tidak. Sering sekali anak kita memberikan reaksi yang sepertinya, tidak sopan!

Mimin ingat ada seorang guru yang pernah cerita seperti ini,”Anak yang pintar memang kita sukai, tapi kalau yang pintar dan suka memotong pembicaraan guru, itu bener – bener nyebelin! Kalau lihat anak fokus sama pelajaran sih senang rasanya, tapi kalau bertemu dengan anak yang suka motong, itu bakal bikin suasana kelas runyem!”

Anak yang seperti ini jika tidak dibiasakan untuk tidak memotong pembicaraan, kedepannya, dia akan menjadi masalah di pekerjaan. Bos mana sih yang mau mempekerjakan pegawai yang suka motong pembicaraan orang?

Ada kalanya, memotong pembicaraan bearti anak itu aktif, melainkan sebenarnya anak ini kurang didikan sopan santun di rumah dan ingin menang sendiri.

Ajarilah anak kita untuk membiasakan diri sebelum mau bertanya sesuatu, permisi dan meminta ijin dulu untuk berbicara, itu barulah sopan!

3. Kontrol Kemalasan Anak

Manusia hidup di dunia ini, kalau harus hidup dengan bersusah payah, mau makan harus pergi berburu dulu, walaupun harus pakai baju compang camping, itu tak mengapa asalkan manusia itu tidak MALAS!

Ada sebuah cerita nyata, teman kerja mimin yang bernama Angeline, putrinya berusia 12 tahun. Ketika libur tahunan tiba, demi melatih tubuh anak ini, Angeline mendaftarkan anaknya camping 15 hari di alam bebas.

Dia mengira putrinya akan mendapatkan nilai yang terbaik, eh 2 hari kemudian putrinya dipulangkan ke rumah.

Alasan kepala grup ini hanya satu,”TERLALU MALAS!”

Ternyata anak Angeline ketika dalam camping, kepala camp meminta mereka membereskan barang – barang dalam kemah dalam waktu setengah hati, tapi putrinya baru beres – beres setengah jam, merasa lelah akhirnya tidur setengah hari.

Ketika ketahuan oleh kepala camp dan dimarahi, anak Angeline berontak dengan alasan seperti ini,”Capek beberes pak! Aku gak mau… di rumah kan ada mama yang ngerjain.” Mendengar anaknya ngomong seperti itu, Angeline sedih karena dia merasa sudah merasa dia sudah salah mengajari anaknya

Pengajaran untuk anak – anak zaman sekarang sudah terlalu banyak. Mereka terbiasa dengan hidup yang dimanjakan! Keluar rumah ada yang anterin, tas ada mpok yang gendongin, baju ada yang bersihin, ranjang ada yang rapiin, segala jenis pekerjaan yang simpel, sudah dibereskan orang lain. “Bahagia banget ya!”

Namun, seiring berjalannya waktu, ketika tumbuh dewasa, kemalasan itu sudah bertumpuk – tumpuk dan menjadi satu Habit Buruk yang Tak Akan Pernah Berubah !

Beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebagai orangtua :

1. Ketika kamu membantu anakmu menyelesaikan 1 permasalahan, libatkan mereka! Jangan biarkan mereka bersembunyi dibalik tubuhmu yang besar karena itu akan bikin mereka jadi “Anak Cupu!”

2. Anak yang terbiasa meminta – minta sama orangtua dan terlalu mengandalkan orangtua, suatu saat akan mudah menyerah ketika menghadapi permasalahan!

3. Karena malas, mereka suka menunda – nunda dan tidak mau keluar dari zona nyaman, alhasil, mereka tidak memiliki kemampuan apa – apa & sulit dipercayai.

4. Anak yang dimanjakan seperti ini, tidak mengerti apa itu “BERSYUKUR”. Mereka tidak bisa mensyukuri apa yang mereka punya sekarang dan alhasil, jangan heran mereka jadi anak durhaka kemudian hari.

Yuk jadilah orangtua yang bijaksana, jangan memanjakan anak karena mereka semua adalah titipan dari Sang Ilahi untuk kita didik menjadi orang yang berguna suatu saat nanti!

Sumber: happytify
Cerpen.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *