Bantu Sebarkan! Dokter Menyarankan 4 Bahan Alami Murah Meriah ini untuk Lenyapkan Difteri, Begini Cara Meramunya

Diposting pada

Penyakit difteri bisa menyerang anak-anak dan orang dewasa.

Sebanyak 109 orang di Jawa Barat menderita dan 13 orang di antaranya meninggal dunia akibat difteri membuat Kementerian Kesehatan menetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB).

loading...

Difteri menyerang jaringan dalam saluran pernapasan yang ditimbulkan bakteri Corynebacterium diphtheriae dan Corynebacterium ulcerans.

Cirinya adalah terbentuknya membaran berwarna kelabu pada area tenggorokan yang berlapis lendir pekat.

Membran ini menyebabkan pasien mengalami batuk berat disertai rasa sesak yang dapat berujung kematian.

Hasil gambar untuk difteri

Obat herbal berasal dari buah-buahan ini disebut mampu meningkatkan kelangsungan hidup dan penyembuhan penyakit difteri.

1. Jus Nanas

Buah nanas mengandung bromelein yang sangat baik untuk antiradang dan membantu mengelupas sel-sel rusak pada area tenggorokan.

Nanas juga baik untuk membantu meluruhkan membran kelabu akibat difteri.

Senyawa dalam nanas meningkatkan imunitas karena mengandung antioksidan cukup tinggi.

2. Bawang Putih Segar

Kandungan minyak atsiri bekerja sebagai antibakteri dan antiradang.

Gambar terkait

Senyawa organosulfida secara aktif mampu meluruhkan membran kelabu.

Sementara kandungan lain seperti saltivine terbukti baik untuk memperbaiki kerusakan sel dan mengembalikan fungsi sel juga jaringan di area diniding tenggorokan.

3. Jeruk Nipis dan Rosella

Campuran air rebusan bunga rosella dengan perasan jeruk nipis menghasilkan antitoksin yang mampu menetralisir racun dari bakteri Corynebacterium diphtheriae dan Corynebacterium ulcerans.

4. Mengkudu

Kandungan antitoksin xeronine dan flavonoid baik untuk mengatasi masalah tumpukan toksin dalam darah.

Kandungan antibiotik alami di dalamnya mampu bekerja aktif melawan bakteri.

Terdapat pula scolopetin dan terpenoid yang efektif meredakan peradangan dan membantu pemulihan sel pada tenggorokan.

Alternatif obat herbal tersebut dapat dijadikan pengobatan tunggal maupun pendamping pengobatan medis.

Semoga bermanfaat, dan semoga saudara-saudara kita yang saat ini terserang wabah difteri segera sehat. (Intisari Online/Masrurroh Ummu Kulsum)

Berita ini sudah tayang di laman Intisari Online dengan judul Jangan Remehkan Wabah Difteri yang Dapat Berujung Mati: Tanaman Murah Meriah Ini Disebut Bisa Menyembuhkannya!

Agar Tak Menular, Ini yang Harus Dilakukan Saat Terkena Penyakit Difteri

Belakangan penyakit difteri sedang marak diperbincangkan.

Hal ini karena hingga November 2017, terdapat 20 provinsi yang telah melaporkan adanya difteri dengan 593 kasus dan 32 kematian.

Difteri pun menjadi penyakit yang begitu menakutkan.

Pasalnya tak hanya menjangkit anak kecil, melainkan orang dewasa juga bisa terkena difteri.

Selain itu, kemunculan difteri juga tak terbatas pada musim tertentu. 593 kasus difteri telah dilaporkan sepanjang Januari hingga November 2017.

66 persen dari jumlah prevalensi tidak melakukan imunisiasi.

Kemudian, 31 persen melakukan imunisasi, tetapi tak sampai tahap final.

Padahal, untuk terbebas dari difteri, setidaknya individu harus mendapatkan tiga kali imunisasi.

Sementara itu, sisanya yang sebesar 3 persen telah mendapatkan imunisasi lengkap.

Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko seseorang dapat terkena difteri.

Yaitu, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat belum mendapat vaksinasi difteri terbaru, memiliki gangguan sistem imun, seperti AIDS, dan memiliki sistem imun lemah.

Diagnosa terkena difteri hanya bisa dilakukan dokter dengan melihat gejala yang ada.

Lalu apa yang harus dilakukan ketika positif terkena difteri?

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut yang harus dilakukan saat terkene difteri.

1. Istirahat total di rumah dan batasi aktivitas fisik hingga sembuh total.

2. Hindari kontak dengan orang lain agar tidak turut menyebarkan difteri.

Bila perlu, berlakukan isolasi ketat.

3. Bila kita mengabaikan penyakit ini, komplikasi dapat terjadi dan tingkat bahaya akan semakin naik.

Apa saja komplikasi yang dapat terjadi?

Komplikasi yang bisa saja terjadi adalah tertutupnya saluran napas oleh selaput, kerusakan pada otot jantung (miokarditis), kerusakan pada saraf (polineuropati), kelumpuhan, infeksi paru (gagal napas atau pneumonia).

Lebih lanjut, difteri dapat merenggut nyawa.

Bahkan walaupun telah mendapatkan pengobatan, 1 dari 10 penderita difteri meninggal dunia.

Namun, jika tidak segera diobati, jumlah kematian meningkat menjadi 1:2.

Cara terbaik mencegah difteri adalah dengan vaksin.

Di Indonesia, vaksin difteri biasanya diberikan lewat imunisasi DPT (Difteri, Tetanus, Pertusis), sebanyak lima kali semenjak bayi berusia 2 bulan.

Anak harus mendapat vaksinasi DTP lima kali pada usia 2 bulan, 3 bulan, 4 bulan, 18 bulan, dan usia 4-6 tahun.

Untuk anak usia di atas 7 tahun diberikan vaksinasi Td atau Tdap.

Vaksin Td/Tdap akan melindungi terhadap tetanus, difteri, dan pertusis harus diulang setiap 10 tahun sekali.

Ini juga termasuk untuk orang dewasa.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegag terjangkit difteri:

– Biasakan mencuci tangan agar segala penyakit dapat dicegah dari benda-benda terpapar.

– Konsumsi makanan kaya vitamin dan mineral agar kekebalan tubuh meningkat.

– Konsumsi makanan dengan kandungan asam lemak.

Tidak hanya berperan dalam perkembangan otak, asam lemak juga mampu meningkatkan kekebalan tubuh.

– Lakukan imunisasi DPT dan beberapa imunisasi dasar untuk mencegah berbagai penyakit, termasuk difteri.

Sebelum terlambat, tak ada salahnya untuk mencegahnya.

(TribunJualBeli.com/ Alieza Nurulita)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *