Jangan Disepelekan, Ternyata Bawang Putih Mujarab Atasi Sakit Pinggang Pegal Linu, Begini Cara Meraciknya

Diposting pada

Sakit pada pinggang atau skiatika adalah jenis sakit (pegal linu) yang efeknya menjalar pada bagian bawah kaki, panggul hingga ke punggung.

Kondisi ini dipicu oleh adanya saraf yang terganggu atau terjepit, dimana saraf ini merupakan yang paling tebal dan terbesar di tubuh kita.

loading...

Hampir setiap orang di bawah usia 45 tahun pernah mengalami sakit ini dan merupakan yang paling umum selain sakit kepala.

Selain rasa sakit, penderita skiatika juga bisa mengalami gejala rasa mati rasa dan kesemutan pada salah satu atau kedua kakinya.

Sebagian besar orang dengan kondisi ini menggunakan obat penghilang rasa sakit (pain killers) yang diperoleh dari farmasi untuk mengurangi rasa sakit.

Tapi obat sejenis ini kebanyakan hanya mampu menghilangkan rasa sakitnya sementara saja dan seringkali menyebabkan efek kecanduan obat yang berkelanjutan.

Untungnya ada cara alternatif yang lebih alami untuk menyembuhkan gejala skiatika dengan efek jangka panjang dan bahkan bisa menghilangkan rasa sakit sepenuhnya jika memang tidak ada penyakit lain yang menyertainya.

Dengan memanfaatkan kandungan anti inflamasi yang terdapat pada bawang putih beserta tambahan beberapa bahan alami lainnya, kita dapat membuat sendiri obat alami untuk menyembuhkan masalah penyakit terkait skiatika.

Di bawah ini adalah komposisi bahan untuk membuat ramuannya:

  • 200 ml susu organik murni
  • 4 siung bawang putih segar
  • Madu organik murni secukupnya.

Langkah Pembuatan:

Lumatkan bawang putih lalu masukkan ke dalam sebuah wada (panci kecil). Selanjutnya, masak dalam api ukuran kecil. Sambil memasak bawang putih, tambahkan susu. Masak selama beberapa menit sampai terlihat mendidih. Setelah itu, angkat dan keluarkan dari pemanas. Tambahkan madu secukupnya sebagai penambah citarasa.

Ramuan dapat dikonsumsi satu kalu setiap hari. Sifat ampuh anti-inflamasi pada bawang putih akan membantu mencegah dan mengurangipembengkakan saraf akibat gangguan skiatika.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *